Tips Agar Mesin Tidak Overheat Saat Cuaca Panas

Terdapat beberapa tips agar mesin tidak overheat atau kepanasan yang dapat Anda terapkan.

Indonesia saat ini memasuki musim kemarau dan terdapat beberapa titik yang memiliki temperatur udara saat panas. Tidak hanya manusia, mesin kendaraan juga akan kepanasan. Berikut ini tips agar mesin tidak overheat di cuaca ekstrim.

Tentu akan sangat mengesalkan, ketika Anda sedang berkendara dan tiba-tiba mesin mati, dan kabin mobil mengeluarkan asap. Saat Anda mengalami hal tersebut, sebaiknya jangan dianggap remeh karena mesin mobil anda mengalami panas berlebihan.

Tips Agar Mesin Tidak Overheat: Wajib Cek Bagian Radiator!

Ketika mesin mengalami panas berlebihan atau overheat maka sistem secara otomatis akan mati. Hal tersebut bertujuan agar tidak menimbulkan kerusakan serius pada bagian komponen mobil lainnya.

Ketika suhu udara ekstrim seperti saat ini, komponen mobil yang wajib untuk diperhatikan adalah radioator, khususnya kipas pendingin radiator yang wajib bekerja dengan baik dan maksimal.

Kipas pendingin radiator memiliki fungsi mengalirkan udara melalui kisi-kisi radiator, hal tersebut terutama ketika mobil sedang berhenti. Apabila kipas pendingin radioator mati, maka suhu mesin mobil akan meningkat drastis dan mengalami overheat.

Mengenali Jenis Kipas Pendingin Radiator

Kipas radiator adalah komponen penting untuk mencegah mesin overheat (mobilmo)

Perlu Anda ketahui, terdapat dua jenis kipas pendingin. Pertama yang digerakkan langsung oleh mesin. Kedua, kipas yang diputar oleh motor listrik di dalam komponen mobil. Terdapat kelebihan dan kekurangan dari masing-masing kipas.

  1. Kipas Radiator yang Digerakkan Mesin

Kelebihan kipas yang digerakkan oleh mesin adalah meminimalkan kerusakan. Namun memiliki kelemahan yaitu putaran kipas yang terlalu rendah ketika mesin stasioner.

Kelemahan lain kipas radiator yang digerakkan mesin mobil yaitu membuat mesin bekerja lebih ekstra, terutama pada putaran tinggi. Ketika mobil melaju cepat, radiator sudah lebih dari cukup mendapatkan angin dari bagian depan mobil.

Kipas pendingin radiator yang digerakkan oleh mesin, untuk mengatasi kelemahan di atas, maka menggunakan komponan tambahan yaitu kopling visco.

Kopling visco akan mengeras ketika air radiator sudah mulai panas, hal tersebut kemudiaan akan membuat putaran kipas lebih kencang. Kemudian kopling visco akan melemah ketika air radiator dingin sehingga kipas tidak terlalu membebani kerja mesin.

Namun kopling visco juga memiliki kelemahan, yaitu akan semakin lemah seiring bertambahnya usia.

  1. Kipas Radiator Elektrik

Kemudian jenis kipas radiator kedua yaitu kipas yang bergerak secara elektrik dan tetap berputar meski mesin dalam keadaan stasioner. Kipas jenis ini akan sangat menguntungkan ketika melintasi jalanan yang macet.

Namun, kipas elektrik tetap memiliki kelemahan yaitu saat motor listrik di dalam kipas elektrik rusak, maka mesin akan overheat. Sistem kipas elektrik memiliki thermoswitch  yang akan bekerja dengan cara mendeteksi suhu air pendingin radiator.

Ketika kondisi air radiator sudah mulai panas, thermoswitch  akan memerintahkan kipas untuk hidup, namun ketika air radiator sudah kembali dingin maka kipas akan mati.

Jadi, tips agar mesin tidak overheat adalah rutin melakukan pemeriksaan dan penggantian komponen mobil yang sudah melebihi batas usia. Tidak ingin terganggu dengan mobil mogok di tengah jalan bukan?

Ingin tahun tips-tips menarik lainnya? Dapatkan informasi terbaru seputaran dunia otomotif, hanya di berita harian online otomotif.

Tinggalkan Balasan