PLTA Kayan Dibangun di Kaltara, Warga yang Terdampak Dibebaskan Memilih Lokasi Pemukiman

PT Kayan Hidro Energi berjanji akan memfasilitasi warga yang terdampak pembangun PLTA Kayan dengan sangat baik.

Proses pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Kayan Kalimantaran utara (Kaltara) saat ini tengah masuk dalam tahap pra konstruksi.

Pihak investor sendiri, yakni PT Kayan Hidro Energi (KHE) sedang mengerjakan pembebasan lahan serta mencari tempat untuk dijadikan sebagai pemukiman baru bagi warga yang terdampak pembangunan tersebut.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie pasca melaporkan progres pembangunan kepada Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

“Saat ini mereka (KHE) mulai membebaskan lahan dan sedang mencari lahan pemukiman baru bagi masyarakat kita yang terkena dampak lokasi pembanguna PLTA,” ujar ungkap Irianto, Jumat (23/8/2019). Seperti dikutip dari Antaranews.com.

Dua desa yang terdampak PLTA Kayan direlokasi ke dataran tinggi

Gambar PLTA/ilustrasi (Shutterstock)

Direktur PT Kayan Hidro Energi Khaerony mengatakan pihaknya akan merelokasi 160 KK yang berasal dari dua desa yaitu Desa Long Lejuh dan Desa Long Peleban Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan.

Relokasi ini dilakukan untuk menghindarkan warga dari terjangan banjir akibat luapan Sungai Kayan pada saat musim penghujan. Mereka ini akan dalihkan ke lokasi pemukiman yang berada di dataran tinggi.

“Kenapa Relokas dua desa, karena pada saat musim penghujan air Sungai Kayan meluap. Dua desa itu terkena banjir hampir setiap tahun. Karenanya perlu direlokasi ke permukiman yang lebih tinggi,” ungkap Khaerony.

Dia melanjutkan, PT KHE juga telah berkomitmen akan memfasilitasi warga yang terdampak pembangunan dengan sangat baik.

Misalnya saja, PT KHE membebaskan warga untuk menentukan sendiri lokasi pemukiman yang akan menjadi tempat tinggal mereka di masa depan.

Terkait pemindahan ini, prosesnya tidak begitu rumit, karena jumlah masyarakat yang akan direlokasi jumlahnya tidak begitu banyak. Hanya saja, lahan yang diperlukan cukup luas, karena desanya juga luas.

“Masyarakat sendiri yang menentukan kenapa di daerah itu, karena ada story nenek moyang. Itu yang masyarakat minta, dan kami hanya memfasilitasi,”kata Khaerony.

Adapun luas tanah yang akan difungsikan untuk membangun PLTA Kayan, luasnya hampir 26 ribu hektare untuk 5 tahap pembangunan bendungan.

Tinggalkan Balasan