Harga Minyak Global Jatuh, PNBP Migas 2025 Terkoreksi Banyak?

Penerimaan negara dari sektor minyak dan gas bumi (migas) pada tahun 2025 tercatat tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Menurut data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), penerimaan negara atau PNBP migas pada tahun 2025 hanya mencapai Rp105,4 triliun, yang berarti hanya sekitar 83,7% dari target yang dipatok sebesar Rp125,46 triliun.

Hal itu disebabkan oleh penurunan harga minyak global yang lebih rendah dari yang diasumsikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dampak Harga Minyak Global terhadap PNBP Migas

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa penurunan harga minyak global menjadi faktor utama yang menyebabkan melesetnya penerimaan negara dari sektor migas. Pemerintah telah menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar US$82 per barel untuk tahun 2025.

Namun, rata-rata harga minyak sepanjang tahun tersebut hanya berada di angka US$68 per barel, yang jauh di bawah asumsi yang telah ditetapkan dalam APBN. Penurunan harga minyak global ini berdampak langsung pada sektor migas dan menyebabkan PNBP migas 2025 lebih rendah dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp110,9 triliun.

Selain penurunan PNBP migas, sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) juga mencatatkan penurunan investasi. Realisasi investasi di sektor ini tercatat sebesar US$31,7 miliar pada 2025, turun 1,9% dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai US$32,3 miliar.

Penurunan itu mencakup sektor-sektor seperti migas, ketenagalistrikan, serta energi baru terbarukan dan konservasi energi.

Bahlil Lahadalia juga menyoroti penurunan investasi di sektor ketenagalistrikan dan berencana untuk mendorong percepatan pembangunan pembangkit listrik baru yang telah disetujui dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Penurunan harga minyak global menjadi faktor utama yang menyebabkan melesetnya target penerimaan negara dari sektor migas pada tahun 2025. Meski demikian, sektor ESDM tetap memberikan kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, dengan tercatatnya 871.574 tenaga kerja langsung sepanjang tahun tersebut. Pemerintah tetap berupaya mendorong percepatan pembangunan pembangkit listrik untuk mendukung kebutuhan energi nasional.

Demikian informasi seputar harga minyak global yang turun. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Helfordriver.Org.