Analisis Defisit Neraca Perdagangan Migas Indonesia: Kenaikan Harga Minyak Dunia Jadi Faktor Utama?

Bank Indonesia mengumumkan bahwa defisit neraca perdagangan migas Indonesia mengalami peningkatan seiring dengan melonjaknya harga minyak dunia. Selain itu, perbaikan pada neraca transaksi berjalan juga terjadi, didorong oleh penurunan defisit jasa dan penurunan defisit neraca pendapatan primer. Bagaimana hal ini mempengaruhi kinerja transaksi modal dan finansial serta apa upaya yang diambil untuk menjaga ketahanan sektor eksternal? Simak penjelasan lengkap di bawah.

Bank Indonesia mencatat bahwa defisit neraca perdagangan migas Indonesia meningkat sejalan dengan kenaikan harga minyak dunia. Peningkatan ini menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi dinamika neraca perdagangan negara.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono menyatakan bahwa perbaikan neraca transaksi berjalan terbantu oleh penurunan defisit jasa. Penurunan ini didukung oleh meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara seiring dengan pemulihan sektor pariwisata yang terus berlangsung.

Meskipun pasar keuangan global mengalami ketidakpastian yang meningkat, Bank Indonesia melaporkan perbaikan pada kinerja transaksi modal dan finansial. Pada triwulan III 2023, defisit transaksi modal dan finansial mencapai 0,3 miliar dolar AS, jauh lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencatat defisit sebesar 4,8 miliar dolar AS.

Tak Hanya Penurunan Neraca Perdagangan Migas Indonesia, Kondisi Ekonomi RI Sedang Sulit?

Perbaikan ini didorong oleh berlanjutnya investasi langsung, mencerminkan persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi domestik. Investasi lainnya juga mencatat surplus, dipengaruhi oleh penarikan utang luar negeri untuk pembiayaan kegiatan usaha korporasi. Sementara investasi portofolio mencatat peningkatan defisit, hal ini sejalan dengan aliran modal keluar dari pasar saham dan obligasi. Tantangan ini diakibatkan oleh ketidakpastian pasar keuangan global, meskipun terdapat aliran modal asing yang masuk ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Bank Indonesia menilai bahwa kinerja NPI (Neraca Pembayaran Internasional) pada triwulan III 2023 tetap baik, mampu terus menopang ketahanan eksternal Indonesia. Dalam menghadapi dinamika perekonomian global, Bank Indonesia menyatakan kesiapannya untuk terus memperkuat respons bauran kebijakan. Sinergi yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan sektor eksternal Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, data lengkap dapat diakses pada Laporan NPI Triwulan III 2023 di website resmi Bank Indonesia. Bank Indonesia senantiasa mencermati perubahan dalam perekonomian global yang mungkin memengaruhi prospek Neraca Pembayaran Internasional dan tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas sektor eksternal Indonesia.

Demikian informasi seputar perkembangan neraca perdagangan migas Indonesia. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Helfordriver.org.